Minggu, 17 Maret 2013

0

Cinta? Omong Kosong?!





Saat saat seperti ini, sunyi rasanya. Hanya gemuruh angin dan derasnya hujan yg menemaninya. Mungkin sekilas mata, lingkungannya sangatlah ramai. Tapi hatinya tidak. Ia sendiri, sepi tak berteman. Bukan menutup diri, tapi memang itu yang sebenarnya. Ia punya banyak teman, tapi saat ini ia merasa sepi. Hatinya kosong, tak berisi. Telah lama tak berpenghuni. Nyaris mati. Entah masih bisa entah tidak ia merasakan getaran getaran cinta saat ia bersama seorang lelaki. Bukan karena tak tertarik lagi. Tapi karena hatinya yang telah lama mati. Bisakah hidup lagi? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Hatinya lelah, dipermainkan oleh cinta, dibohongi oleh cinta, disakiti, dikhianati oleh cinta juga. Cinta yang memang kejam, atau memang dia manusia tolol yang mudah dijadikan mainan?
Cinta itu keindahan. Cinta itu tidak menyakiti. Cinta itu anugerah dari Tuhan yang Maha Esa. Tapi persepsi itu ditepisnya. Karena ia tidak merasakan itu! Ia hanya merasakan kesakitan yang amat dalam. Luka yang tak kunjung mengering. Pengalaman yang dialaminya cukup membuat dia nyaris tak percaya cinta. Tidak hanya tentang dia, namun begitu juga dengan keluarganya. Jika memang cinta itu indah, mengapa keluarganya bisa berantakan seperti ini? Tak ªϑª sedikitpun keindahan itu tampak dalam mahligai rumah tangga orangtuanya. Semuanya bagaikan omong kosong. Ibunya berjalan sendiri, ayahnya masih tertatih meraih sang ibu. Tak kunjung bersatu. Dia pun sudah bosan melihatnya. Yang dia pikirkan saat ini, dia hidup, dia punya uang, dia berpendidikan, dan dia sukses. Itu prinsipnya.
Sesekali dia pun bermain dengan cinta. Tapi hasilnya? Sakit hati (lagi) sakit hati (terus). Sebenarnya, siapa yang salah? Cintakah atau manusia? Jika memang cinta yang salah, kenapa Tuhan membiarkan makhluknya untuk saling jatuh cinta?  Mungkin, memang manusia yang selalu salah. Salah menaptikan. Hingga akhirnya, cintalah yang disalahkan. Sepertinya dunia ini akan lebih aman, jika tidak ªϑª kata "jatuh cinta"

0 komentar:

Posting Komentar