Ini hanya sebuah cerita,
cerita yg tak kunjung usai tertuliskan oleh pena. Terus tergoreskan dalam
sebuah kertas. Mengalun kata kata indah di dalamnya. Tapi untuk apa kata kata
indah itu terlantunkan jika memang tak ada seorang pun yg membacanya, ataupun
hanya sekedar melirik. Si penulis hanya ingin emosinya terluapkan dalam alunan
syair. Tidak meletup meletup tak menentu seperti seorang pemabuk yg kehilangan kendali.
Ada hasil yg di capai saat emosi itu meluap. Mengungkapkan tak bisa, ya
menulislah yang ia mampu. Ini berawal sejak ia kebingungan mencari tempat untuk
berbagi. Berbagi tawa, kebahagiaan, kegelisahan, atau bahkan tangisan sekali
pun. Bukannya ia tak percaya pada sahabat sahabat terdekatnya. Yang ia takutkan
hanyalah, sahabatnya akan merasa bosan, jenuh, kesal, sebal akan dia yg selalu
mengoceh tentang hidupnya. Cukuplah sahabatnya tahu tentang kebahagiaan
dirinya.
Saat ia merasa sendiri,
kesepian tak berteman, kertas dan penalah yg ia datangi. Mulailah ia menulis.
Menulis apa saja. Semua yang ia ingin ceritakan yg ia tak bisa ceritakan pada
sahabatnya.
Kadang, tidak semua hal bisa
kita bagi dengan orang terdekat. Ada kalanya, orang hanya baik tampak depan,
sedangkan masih ada sisi lain yg belum bisa kita lihat. Sama sekali tidak
berniat untuk berburuk sangka kepada siapa pun. Namun ada baiknya, antisipasi.
Manusia kan makhluk yg setiap detiknya bisa berubah.
Kali ini, yang terbaca dari
lembaran kertas yg ia tulis itu berisi ketidak peduliannya terhadap tanggapan
orang kepadanya. Ia tak pernah peduli pada siapa pun yg berniat hanya
"mengusiknya" saja. Tak sedikit ucapan orang lain yg ia hiraukan
begitu saja. Ia juga tak pernah peduli jika memang banyak orang yg membencinya.
Karna orang lain tak tahu, apa yg tengah di alaminya. Orang lain tak tahu apa
isi hati dan pikirannya. Sahabat sendirinya pun belum tentu tahu yg sebenarnya
tentang dia. Bukan maksudnya untuk bertopeng di muka sahabatnya. Prinsipnya,
untuk apa bersedih sedih membuat orang sekitarnya kasihan, iba, tak tega
terhadapnya. Itu bukan yg dia inginkan. Dia hanya ingin merasakan indahnya
hidup menikmati masa muda dengan segudang kelakuan nakal yg sewajarnya. Dia tak
mungkin melewatkan masa muda ini untuk kedua kalinya. Just enjoy it.
0 komentar:
Posting Komentar